Selamat Datang di Website SUPM Negeri Tegal
Begini Caranya, Biar Siswa Enggan Bolos Lagi

 Tegal, 20 September 2014
Dalam pendidikan, sudah tak zamannya lagi menghukum siswa dengan kekerasan. Apapun alasannya. Namun memberi hukuman yang wajar dan ”kreatif” bagi siswa yang melanggar aturan masih dipandang perlu. Apalah jadinya, bila terjadi pembiaran pada siswa yang tak mematuhi aturan. Tentu bukan hal yang dibenarkan pula bukan?

Untuk itulah, sejak awal bulan yang lalu hukuman mengenakan rompi yang bertuliskan “Dalam Pembinaan” di punggungnya, kembali diberlakukan di SUPM Tegal. Bentuk hukuman ini sebenarnya sudah beberapa tahun yang lalu dilakukan. Namun, entah karena apa, hukuman bentuk itu sempat berhenti. Kali ini, rompi hukuman itu dikenakan kepada tujuh siswa kelas II yang diketahui sering membolos.
Di kalangan siswa, walaupun hukuman itu mudah dilakukan, namun sangat “ditakuti”. Mereka kebanyakan mengatakan merasa malu, bila setiap hari harus mengenakan rompi hukuman. Apalagi bagi siswa putri.
“Oh my god! Amit-amit deh, Pak. Jangan sampe kena hukuman itu. Enggak kebayang malunya kaya apa,” ujar Rofiyana Intan siswi kelas II TPHP.
Hukuman mengenakan rompi bertuliskan “Dalam Pembinaan”, menurut beberapa siswa, memang cukup membuat mereka “malu”. Namun, setelah kebijakan ini dikenakan pada siswa, menurut Waka II Bagian Kesiswaan tingkat pelanggaran siswa menjadi menurun.

“Mereka akan pikir-pikir kalau mau mbolos atau sembunyi tak masuk kelas,” ujar Kuswanto, S.P, selaku Waka II Bagian Kesiswaan.

No comments:

Post a Comment