Selamat Datang di Website SUPM Negeri Tegal
Profil

Belajar Hidup dari Tangan Dingin Suhadi


Ada banyak hal yang bisa kita ungkap sebagai pelajaran hidup. Namun, kadang kita luput untuk belajar hidup pada orang-orang kecil. Bahkan mereka sering dianggap tak penting. Suhadi hanyalah karyawan perawat taman dan lingkungan di SUPM Tegal. Profesi itu ia geluti sejak 27 tahun yang lalu hingga hari ini. Tak seperti teman-temannya yang sekali atau beberapa kali pernah dirotasi di bagian yang lain, Suhadi tetap saja sebagai perawat taman dan lingkungan. Bahkan mungkin hingga pensiun nanti. Ia tak pernah protes, bahkan bisa jadi ia akan protes bila ditempatkan di bagian lain.
     Lelaki bertubuh hitam legam dan dikenal tak punya wudel ini dikenal pula serba bisa. Ia yang kini berusia 51 tahun ini tidak hanya pandai merawat taman, tapi juga pandai dalam instalasi listrik, pertukangan kayu dan bangunan. Makanya, tak ada pekerjaan yang tak beres di tangan suami Murni ini. “Asal jangan komputer,” tutur Diyarto, seorang teman sejawat yang tinggal satu desa dengan Suhadi.
Menurut Diyarto, Suhadi bukan saja rajin di kantor. Bila pulang kerja pasti ia akan pergi ke sawah menyiram tanaman dan mencari dedaunan untuk makanan kambing dan sapi piaraannya. “Setelah larut, baru dia pulang membawa seonggok dedaunan,” kata Diyarto.
 Hidup seperti amat dinikmatinya. Dengan kesederhanaan dan keikhlasan menjalani hidup, Suhadi berhasil mengantarkan keenam anaknya mengenyam pendidikan dengan baik. Dua diantaranya sudah lulus perguruan tinggi dan telah diangkat PNS di Kementerian Keuangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sedang dua diantaranya masih belajar di bangku SLTA dan SD.
Belajar hidup dari tangan dingin Suhadi, memang seperti berkaca pada kekeliruan kita yang hanya memandang orang yang ada di atas kita dan tak pernah mau belajar pada orang kecil. 

No comments:

Post a Comment