Selamat Datang di Website SUPM Negeri Tegal

REBANA DAN PADUAN SUARA SUPM NEGERI TEGAL MERIAHKAN SAFARI RAMADHAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN DI BANTUL, YOGYAKARTA

Menteri Kelautan dan Perikanan (Syarif Cicip Sutardjo), memberikan
bantuan kepada 
siswa SUPM N Tegal yang berprestasi
Bunyi rebana yang mengalun dan menghentak-hentak dimainkan oleh 22 siswa SUPM Negeri Tegal membuat Safari Ramadhan di Kawasan Budidaya Air Tawar Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (22/7/2013),   mendadak menjadi meriah. Para tamu yang terlihat masih enggan memasuki tenda besar tempat acarapun seperti terdorong untuk menikmati irama rebana dengan tarian khas para santri itu. Hampir setengah jam para tamu tak mau memalingkan pandangannya dari permainan rebana para taruna SUPM Negeri Tegal.


Begitu pula ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo memasuki tempat acara. Kelompok rebana di bawah bimbingan Ubaidillah, S.Pd itu pun menyambutnya dengan salawat badar yang diiringi pukulan bertalu-talu alat musik dari kulit domba.

Kemeriahan sesaat berubah khidmat, saat tim paduan suara siswa-siswi SUPM Negeri Tegal menyanyikan lagu mars Penyuluh Perikanan. Usai lagu mars dinyanyikan, barulah acara demi acara berlangsung. Diawali dengan pemberian bantuan KKP sejumlah 4,7 milyar untuk masyarakat pelaku perikanan di Provinsi DIY. Salah satunya, adalah bantuan pendidikan selama menjadi siswa-siswi SUPM Negeri Tegal yang berprestasi bagi siswa korban bencana alam erupsi Gunung Merapi. Hadir pada penyerahan bantuan secara simbolis tersebut diwakili oleh Tri Purwandhari kelas III Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan siswi asal Desa Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Pada sambutannya,  Menteri KP Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan, potensi KP Indonesia demikian besar namun belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya, padahal masyarakat harus ditingkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Karena itu, KKP bertekad mengembangkan percepatan industrialisasi sektor KP berbasis blue economy untuk bisa memanfaatkan secara maksimal potensi KP di Tanah Air.

"Untuk mewujudkan tekad itu dibutuhkan SDM yang andal. Karena itu, kami melalui Badan Pengembangan SDM KP melatih pelaku utama di bidang KP. Misalnya, untuk di DIY kami melatih 150 orang dari semua kabupaten atau kota," kata Menteri KP, Sharif Cicip Sutardjo, saat Kunjungan Kerja dan Safari Ramadhan di Bantul, Yogyakarta, Senin (22/7).

Melalui blue economy bisa ditingkatkan nilai tambah (value added) dari produk-produk KP. Konsep blue economy prinsipnya adalah memproduksi secara efisien tanpa limbah dan pencemaran, sehingga bisa meningkatkan penghasilan produsen, tenaga kerja, menciptakan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan pelaku utama sektor KP, terutama nelayan. Konsumen pun bisa menikmati produk bermutu prima.

Kepala BPSDMKP, I Nyoman Suyasa berfoto bersama dengan
Kepala SUPM N Tegal, Suharyanto bersama siswa-siswi.
Usai berbuka puasa bersama di tempat tersebut, siswa-siswi SUPM Negeri Tegal yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapat ucapan selamat dari Kepala Pusat Pendidikan KP,  I Nyoman Suyasa “Kalau tidak ada SUPM, nggak akan ramai,” kata beliau bangga dengan siswa-siswanya yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan para siswa-siswi SUPM Tegal Tim Rebana, Tim paduan suara, pasukan pagar betis dan siswa berprestasi.


No comments:

Post a Comment