Selamat Datang di Website SUPM Negeri Tegal

MENYIASATI PERMASALAHAN MESIN DONG FENG BERPONDASI DUDUK MIRING


LATAR BELAKANG


  • Mesin penggerak Dong Feng digunakan oleh sebagian besar nelayan tradisional di pantai utara jawa
  • Penempatan mesin pada posisi miring untuk memberikan daya dorong yang maksimal pada kapal mendatangkan masalah.
  • Kemiringan mesin yang berkisar 30°- 45° menyebabkan mesin cepat panas, daya mesin menurun dan kadang-kadang mati mendadak.
  • Gangguan merupakan akibat dari pelumasan yang tidak sempurna (Dong Feng tidak dirancang untuk dioperasikan pada pondasi miring).
  • Masalah pelumasan terjadi karena 2 hal, yaitu: kemiringan mesin menggganggu sirkulasi pelumasan dimulai dari saringan oli di dalam karter ke bagian lain, dan
  • Sistem timing gear tidak mendapat pelumasan secara sempurna akibat terganggunya sirkulasi pelumasan.



PERMASALAHAN


  • Bagaimana memposisikan saringan oli dalam karter agar tetap terendam oli pada posisi mesin Dong Feng yang berpondasi miring.
  • Bagaimana menyempurnakan pelumasan dalam sistem timing gear.

TUJUAN & MANFAAT


  • Memposisikan saringan oli agar tetap terendam dalam oli pada mesin Dong Feng yang berpondasi miring
  • Menyempurnakan pelumasan pada sistem timing gear
  • Bagi nelayan akan menurunkan beban biaya operasional dan memperpanjang usia produktif mesin.
  • Sebagai peluang bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang di dapat di sekolah pada permasalahan yang nyata di lapangan dan berinteraksi langsung dengan dunia kerja sesungguhnya.


KERANGKA BERFIKIR


  • Pada dasarnya semua mesin dioperasikan pada pondasi yang datar
  • Nelayan tradisional di pantai utara jawa pada umumnya memasang mesin penggerak dengan kemiringan pondasi 30°- 45° sehingga menimbulkan gangguan mesin.
  • Batas tolerasi kemiringan mesin 3°- 8° (Nakoela Soenarta dan Shoichi Furuhama dalam Motor Serba Guna, 1985)
  • Gangguan pada mesin berpondasi miring disebabkan karena pelumasan tidak sempurna.
  • Solusi dari kemiringan yang melebihi batas toleransi adalah dengan memodifikasi bentuk karter, tutup timing gear, saringan oli dan pipa penghubung saringan oli yang menuju ke rocker arm.

PENELUSURAN MASALAH


Penyempurnaan sirkulasi pelumasan, dengan cara:


  • Memodifikasi konstruksi karter dengan menambah ruangan sebagai tempat untuk posisi penampang saringan oli yang akan dibuat mengikuti lebar sudut kemiringan mesin.
  • Merubah posisi saringan oli sehingga penampangnya menghadap ke permukaan dasar karter yang sudah dirubah sesuai kemiringan mesin agar selalu tetap terendam oli meski mesin berada pada posisi miring.

Menyempurnakan pelumasan dalam sistem timing gear, dengan cara:


  • Membuat cabang baru pada saluran sirkulasi pelumasan yang menuju ke rocker arm ke sistem timing gear.
  • Melubangi tutup timing gear untuk saluran pelumasan tambahan.
  • Pada dasarnya semua mesin dioperasikan pada pondasi yang datar
  • Nelayan tradisional di pantai utara jawa pada umumnya memasang mesin penggerak dengan kemiringan pondasi 30°-45° sehingga menimbulkan gangguan mesin.
  • Batas tolerasi kemiringan mesin 3°- 8° (Nakoela Soenarta dan Shoichi Furuhama dalam Motor Serba Guna, 1985)
  • Gangguan pada mesin berpondasi miring disebabkan karena pelumasan tidak sempurna.
  • Solusi dari kemiringan yang melebihi batas toleransi adalah dengan memodifikasi bentuk karter, tutup timing gear, saringan oli dan pipa penghubung saringan oli yang menuju ke rocker arm.

No comments:

Post a Comment