Selamat Datang di Website SUPM Negeri Tegal

BUDIDAYA PERIKANAN



MANAJEMEN KESEHATAN PADA BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias)

Oleh : Dyan Satwika Nur Utami, S.Pi



Ikan lele anda sakit ????... Jangan khawatir,.

Berikut adalah beberapa langkah bijaksana yang dapat diambil ketika anda mendapatkan ikan lele yang ada budidayakan tidak berada dalam kondisi normal seperti biasanya.


  1. Gejala ; warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan muncul pendarahan, pernafasan tidak teratur dan lebih cenderung pada permukaan air. Biasanya gejala ini disebabkan ikan anda terinfeksi Aeromonas hydrophylla.

Pengobatan ; Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari dan diberikan selama 7 – 10 hari berturut-turut. Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3 – 4 hari.

  1. Gejala ; warna tubuh gelap, perut membengkak (terdapatnya bintil / Tubercle pada hati, ginjal dan limfa), posisi tubuh tegak / berdiri pada permukaan air, gerakan berputar-putar atau miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Gejala ini disebabkan akibat infeksi dari bakteri Mycobacterium fortoitum. Penyakit ini sering disebut Tuberculosis.

Pengobatan ; Terramycine dengan dosis 5 – 7,5 mg/100 kg ikan/hari dan diberikan selama 5 – 15 hari.

  1. Gejala ; pada daerah luka atau ikan dalam kondisi lemah terdapat selaput seperti benang-benang halus yang menyerupai kapas. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Saprolegnia. Jamur ini menyerang daerah kepala tutup insang, sirip serta bagian tubuh lainnya. Disamping menyerang ikan lele tahap pendederan maupun pembesaran, Saprolegnia juga biasanya menyerang telur ikan lele yang telah dibuahi sehingga menyebabkan telur gagal menetas dan busuk.

Pengobatan ; benih, gelondongan dan ikan dewasa yang terinfeksi direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5 – 3 ppm selama 30 menit. Untuk perlakuan telur perendaman dilakukan dengan dosis 0,1 – 0,2 ppm selama 1 jam atau 5 – 10 ppm selama 15 menit.

  1. Gejala ; ikan terlihat lemah dan selalu muncul dipermukaan air, terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang, ikan sering menggosok-gosokan tubuhnya pada dasar atau dinding kolam. Gejala ini akibat dari infeksi Trichodina.

Pengobatan ; dengan metode perendaman ikan yang terkena infeksi pada larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12 – 24 jam. Pengobatan ini dapat diulang setelah 3 hari.

  1. Gejala ; penyakit yang disebabkan oleh infeksi Gyrodactylus dan Dactylogyrus menunjukan gejala seperti insang yang rusak dan luka, keudian timbul pendarahan yang berakibat pada pernafasan yang terganggu.

Pengobatan ; perendaman dengan Mehylen Blue 3 ppm selama 24 jam, dengan teknik pencelupan (dipping) ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit, dapat juga memakai larutan NaCl 2%selama ± 30 menit atau dapat juga menggunakan larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit

  1. Gejala ; infeksi Hirudinae (cacing berwarna merah kecoklatan) menyebabkan pertumbuhan lambat akibat dari anemia/kurang darah. Cacing ini dapat teramati dengan jelas menggunakan kasat mata karena ukurannya yang makroskopis dan keberadaannya yang menempel pada kulit ikan maupun pada filamen insang.

Pengobatan ; perendaman ke dalam larutan Diterex 0,5 ppm.


Namun alangkah lebih bijaksana ketika kita mampu memanajemen kualitas air dan manajemen kesehatan ikan sebagai salah satu langkah ideal dalam pencegahan terhadap penyakit. Dengan memelihara lingkungan perairan, mempertahankan kualitas air media budidaya agar tetap dalam kondisi optimal, disiplin dalam menerapkan biosekuritas sebagai serta mengatur padat penebaran merupakan tindak pencegahan penyakit yang ideal. Selamat mencoba!

No comments:

Post a Comment